Ose Sazida Tulfha 2 AN E Webinar
Nama : Ose Sazida Tulfha
Kelas : 2An E
Npm : { 118090102}
Hasil Resume :
"FENOMENA KOMUNIKASI MASSA TENGAH PANDEMI"
(Media Kebijakan Pemerintah dalam penyampaian Informasi VOVID-19)
ReInformasi memegang peranan penting dalam mengubah mindset, respons dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi krisis. Perubahan kebijakan komunikasi yang dilakukan pemerintah sejak awal covid-19 masuk ke Indonesia dan hingga kondisi sekarang ini, belum banyak menolong masyarakat untuk merespons dengan baik kondisi pandemi.Di sisi lain, ada tantangan dari media sosial dan media dengan search engine based news. Yang memperburuk implikasi covid-19 terhadap masyarakat.
Bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap media konfensional??
• Masyarakat lebih percaya terhadap media jejaring sosial karena menurut mereka seperti artis, youtubers bisa menjadi influens mereka tertarik dengan itu.
Indikator Modal Sosial
1). Kelompok dan Jejaring
Dimasa pandemi ini kelompok, komunitas, sangat penting bagi masyarakat, karena itu merupakan modal sangat penting dalam membantu masyarakat, karena kita tidak bisa hidup sensiri apalagi dimassa pandemi ini. Saat pandemi seperti ini imunitas kita menurun dengan adanya kelompok atau jejaring sosial bisa saling menguatkan dalam. Ekonomi, sosial, mental.
2). Sikap Percaya dan Solidaritas
Percaya ketika diminta untuk tetap dirumah, bekerja dirumah menjadikan kegiatan ramai, tidak berkerumunan sebagaimana untuk mencegah penyebaran virus secara masif. Solidaritaa merupakan energi sosial untuk menghadapi pandemi ini.
3). Gotong Royong dan Kerja sama
Gotong royong mengakar kepada budaya Indonesia. Modal sosial ini terbukti berjalan saat terjadi bencana
Menggerakan kelompok untuk bersama sama terlibat dalam penanggulangan Covid-19.
4). Informasi dan Komunikasi
Hoaks => memicu kepemikiran publik dan mengganggu sistem sosial ekonomi.
Informasi akurat => mengatasi infodemik yang merabah di media sosial.
Krisis => publik butuh komunikator yang kredibel.
Komunikasi sebagai obat => berbicara baik, mengatarkan kebaikan.
Kreatif => belajar membuat konten kreatif, mencari info lomba lomba, bergerak (tidak menjadi kaum rebahan saja).
5). Keeratan Sosial.
¤ Adapun Perspektif Politik
Sejauh Mana Penelitian Publik atas Kinerja Pemerintah dalam Penanganan wabah COVID-19 beserta Implikasi Sosial dan Politik?? ..
Terdapat 58% masyarakat yang merasa puas akan kinerja pemerintah atau merasa puas dengan informasi pemerintah terhadap publik sendiri mengenai penanganan terhadap COVID-19. Namun, dalam angka ini meskipun diatas 50% ini tidak dianggap baik karena
Ini akan dipisah lagi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rt rw. Jika sebuah informasi didistribusikan oleh sumber dan materi yang bias,maka publik sulit menerima pesan meskipun telah berulangkali mencoba memahaminya. Padahal yang diinginkan Publik tidak hanya informasi angka, tetapi mengetahui usaha usaha pemerintah dalam mengadakan obat atau faksin atau lebih jelasnya publik ingin mengetahui secara jelas upaya yang sudah di jalankan pemerintah dalam menanggapi covid ini apa saja, bukan hanya angka kematian angka pisitif saja. Diaini terlihat bahwa kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah terhadap publik, sehingga menimbulkan pikiran pikiran negatif publik terhadap pemerintah yang efeknya publik sendiri tidak menghargai pemerintah, karena sebenarnya Presiden ini merupakan kekuatan utama, preaiden seharusnya selalu tepat, kalaupun ada kesalahan seharusnya kesalahan yang dibuat aumbernya dari bawahannya bukan preaiden. Melihat kepatuhan di negara kita kurang baik, akan tetapi warga negara tidak bisa disalahkan baik buruknya Publik/Warga Negara yanh disalhakan tetap Konsep Pemerintahnya, bahwa pemerintah sudah gagal dalam memahami atau berkomunikasi dengan masyarakat/publik sehingga terjadilah ketidakpatuhan Publik terhadap Pemerintah.
KLASTER RESPON:
•PEMERINTAH PUSAT (32,5 %)
•PEMERINTAH PROVINSI(41,9%)
•PEMERINTAH KOTA/KAB(6)
•PEMERINTAH KECAMATAN(0,2)
•PEMERINTAH DESA(3,4)
•PEMERINTAH RW/RT(16) => (dari sini terlihat pemerintah pusat dikalahkan oleh pemerintah daerah, padahal pemerintah pusat yang memiliki regulasi pokok dan sebagainya ,seharusnya harus terlihat lebih unggul).
¤ Tips Memahami Publik
James E. Grunig, Managing Public Relations. 1984 ;
1. Non publik, adalah kelompok yang tidak terpengaruh maupun mempengaruhi kebijakan.
2. Publik yang tersembunyi (latent public), adalah kelompok yang menghadapi masalah akibat kebijakan, namun mereka tidak menyadarinya.
3. Publik yang sadar (aware public), kelompok yang mengenali adanya masalah.
4. Publik yang aktif (attentive), kelompok yang mengambil tindakan terhadap suatu kebijakan.
¤ Tips Memahami Diatribusi dalam Pandemi.
Menggunakan persepsi yang sudah ada.
• Menjelaskan pergeseran yang dapat dilakukan terhadap persepsi tersebut.
• Mengidentifikasi unsur-unsur persuasi. Cara terbaik adalah melakukannya berdasarkan fakta.
• Memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipercaya dan dapat disampaikan melalui Public Relations.
Kesimpulannya Pemerintah dalam. Memimpin Negara ini harus lebih bijak dan tanggap lagi terhadap Publik, berkomunikasi yang baik dan menyampaikan informasi apapun harua jelas sejelas jelasnya sampai Publik benar2 merasa imformasi itu masuk ke Pikiran publik, lebih transfaransi agar tidak keos, dan Warga Negara pun akan memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap Pemerintah.
~Thanks
Kelas : 2An E
Npm : { 118090102}
Hasil Resume :
"FENOMENA KOMUNIKASI MASSA TENGAH PANDEMI"
(Media Kebijakan Pemerintah dalam penyampaian Informasi VOVID-19)
ReInformasi memegang peranan penting dalam mengubah mindset, respons dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi krisis. Perubahan kebijakan komunikasi yang dilakukan pemerintah sejak awal covid-19 masuk ke Indonesia dan hingga kondisi sekarang ini, belum banyak menolong masyarakat untuk merespons dengan baik kondisi pandemi.Di sisi lain, ada tantangan dari media sosial dan media dengan search engine based news. Yang memperburuk implikasi covid-19 terhadap masyarakat.
Bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap media konfensional??
• Masyarakat lebih percaya terhadap media jejaring sosial karena menurut mereka seperti artis, youtubers bisa menjadi influens mereka tertarik dengan itu.
Indikator Modal Sosial
1). Kelompok dan Jejaring
Dimasa pandemi ini kelompok, komunitas, sangat penting bagi masyarakat, karena itu merupakan modal sangat penting dalam membantu masyarakat, karena kita tidak bisa hidup sensiri apalagi dimassa pandemi ini. Saat pandemi seperti ini imunitas kita menurun dengan adanya kelompok atau jejaring sosial bisa saling menguatkan dalam. Ekonomi, sosial, mental.
2). Sikap Percaya dan Solidaritas
Percaya ketika diminta untuk tetap dirumah, bekerja dirumah menjadikan kegiatan ramai, tidak berkerumunan sebagaimana untuk mencegah penyebaran virus secara masif. Solidaritaa merupakan energi sosial untuk menghadapi pandemi ini.
3). Gotong Royong dan Kerja sama
Gotong royong mengakar kepada budaya Indonesia. Modal sosial ini terbukti berjalan saat terjadi bencana
Menggerakan kelompok untuk bersama sama terlibat dalam penanggulangan Covid-19.
4). Informasi dan Komunikasi
Hoaks => memicu kepemikiran publik dan mengganggu sistem sosial ekonomi.
Informasi akurat => mengatasi infodemik yang merabah di media sosial.
Krisis => publik butuh komunikator yang kredibel.
Komunikasi sebagai obat => berbicara baik, mengatarkan kebaikan.
Kreatif => belajar membuat konten kreatif, mencari info lomba lomba, bergerak (tidak menjadi kaum rebahan saja).
5). Keeratan Sosial.
¤ Adapun Perspektif Politik
Sejauh Mana Penelitian Publik atas Kinerja Pemerintah dalam Penanganan wabah COVID-19 beserta Implikasi Sosial dan Politik?? ..
Terdapat 58% masyarakat yang merasa puas akan kinerja pemerintah atau merasa puas dengan informasi pemerintah terhadap publik sendiri mengenai penanganan terhadap COVID-19. Namun, dalam angka ini meskipun diatas 50% ini tidak dianggap baik karena
Ini akan dipisah lagi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rt rw. Jika sebuah informasi didistribusikan oleh sumber dan materi yang bias,maka publik sulit menerima pesan meskipun telah berulangkali mencoba memahaminya. Padahal yang diinginkan Publik tidak hanya informasi angka, tetapi mengetahui usaha usaha pemerintah dalam mengadakan obat atau faksin atau lebih jelasnya publik ingin mengetahui secara jelas upaya yang sudah di jalankan pemerintah dalam menanggapi covid ini apa saja, bukan hanya angka kematian angka pisitif saja. Diaini terlihat bahwa kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah terhadap publik, sehingga menimbulkan pikiran pikiran negatif publik terhadap pemerintah yang efeknya publik sendiri tidak menghargai pemerintah, karena sebenarnya Presiden ini merupakan kekuatan utama, preaiden seharusnya selalu tepat, kalaupun ada kesalahan seharusnya kesalahan yang dibuat aumbernya dari bawahannya bukan preaiden. Melihat kepatuhan di negara kita kurang baik, akan tetapi warga negara tidak bisa disalahkan baik buruknya Publik/Warga Negara yanh disalhakan tetap Konsep Pemerintahnya, bahwa pemerintah sudah gagal dalam memahami atau berkomunikasi dengan masyarakat/publik sehingga terjadilah ketidakpatuhan Publik terhadap Pemerintah.
KLASTER RESPON:
•PEMERINTAH PUSAT (32,5 %)
•PEMERINTAH PROVINSI(41,9%)
•PEMERINTAH KOTA/KAB(6)
•PEMERINTAH KECAMATAN(0,2)
•PEMERINTAH DESA(3,4)
•PEMERINTAH RW/RT(16) => (dari sini terlihat pemerintah pusat dikalahkan oleh pemerintah daerah, padahal pemerintah pusat yang memiliki regulasi pokok dan sebagainya ,seharusnya harus terlihat lebih unggul).
¤ Tips Memahami Publik
James E. Grunig, Managing Public Relations. 1984 ;
1. Non publik, adalah kelompok yang tidak terpengaruh maupun mempengaruhi kebijakan.
2. Publik yang tersembunyi (latent public), adalah kelompok yang menghadapi masalah akibat kebijakan, namun mereka tidak menyadarinya.
3. Publik yang sadar (aware public), kelompok yang mengenali adanya masalah.
4. Publik yang aktif (attentive), kelompok yang mengambil tindakan terhadap suatu kebijakan.
¤ Tips Memahami Diatribusi dalam Pandemi.
Menggunakan persepsi yang sudah ada.
• Menjelaskan pergeseran yang dapat dilakukan terhadap persepsi tersebut.
• Mengidentifikasi unsur-unsur persuasi. Cara terbaik adalah melakukannya berdasarkan fakta.
• Memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipercaya dan dapat disampaikan melalui Public Relations.
Kesimpulannya Pemerintah dalam. Memimpin Negara ini harus lebih bijak dan tanggap lagi terhadap Publik, berkomunikasi yang baik dan menyampaikan informasi apapun harua jelas sejelas jelasnya sampai Publik benar2 merasa imformasi itu masuk ke Pikiran publik, lebih transfaransi agar tidak keos, dan Warga Negara pun akan memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap Pemerintah.
~Thanks
Komentar
Posting Komentar